taken image from egieligus.wordpress.com
Mahasiswa ngamen

Malam tadi, saya kembali jalan-jalan mengitari kota bandung hanya sekedar mencari udara segar setelah seminggu belakangan berkutat dengan object embedded system“. Hampir seperti biasa, setiap lampu merah di kota bandung terdapat sekelompok mahasiswa dari berbagai universitas untuk bernyanyi bersama dari satu mobil ke mobil lainnya. Pemandangan yang unik bagi yang pertama kali menyaksikan akan tetapi menjadi pemandangan membosankan bagi kita yang sudah sering melihat. Bahkan tak kurang, kita (sebagai pengendara) sedikit merasa risih dengan tingkah mahasiswa ini. Etika dijalanan, sopan santun dalam ber-tata krama sering diindahkan oleh mahasiswa ini, berkumpul bersama-sama, dan bernyanyi tanpa meminta izin dan menunggu pengemudi di pintu kaca hingga membuka kaca untuk mengeluarkan receh-an seakan terkesan memaksa, bahkan tidak jarang sebagian dari kelompok mereka menyoraki jika pengemudi “hanya” memberi recehan yang tak sesuai dengan harapan mereka. kata hanya memang sengaja saya kutip disini. Tradisi ngamen lampu merah sudah menjadi tradisi turun temurun dari senior mereka dikampus yang secara terus-terusan ditiru oleh mahasiswa, aksi ini juga didasari berbagai macam alasan mulai dari kekurangan sumber dana untuk event tertentu, penggalangan dana aksi sosial hingga buat “kebutuhan pribadi mahasiswa”. Lagi-lagi saya mengutip kebutuhan pribadi mahasiswa. Aksi yang terus-menerus dilakukan dan menjadi tradisi seakan menjadi tanda hilangnya kreatifitas mahasiswa dalam berpikir dan memecahkan permasalahan. Daya imajinasi dan kreatifitas yang harusnya menjadi nilai lebih dari seorang mahasiswa seharusnya dapat diperlihatkan dan diterapkan di tengah kehidupan masyarakat. Image “negatif” mahasiswa yang mulai jelek ditengah masyarakat yang sering dikenal dengan tindakan anarkis, demo hingga tawuran akan bertambah jelek dengan tradisi ini. Mahasiswa yang nantinya akan meneruskan tonggak estafet kepemimpinan di kemudian hari justru sudah layu sebelum berkembang. Tetap kreatif para mahasiswa, dan buktikan anda berbeda