Kebanyakan programmer junior mengembangkan aplikasi mereka tanpa menghiraukan aspek SDLC. Salah satu contoh kesalahan yang sering dilakukan adalah pembuatan sebuah website. Walaupun itu hanya digunakan sebagai sebuah portofolio atau CV user, tapi hendaknya untuk mencapai hasil maksimal dan pengembangan website, dibutuhkan perhitungan yang matang dan pemahaman mengenai SDLC. Sebagian besar developer hanya memikirkan mengenai database website, relational database, fungsi website dan design user interface yang digunakan. Masalah akan timbul jika nantinya terjadi proses pengembangan yang diminta client terhadap website, mau tidak mau developer akan kembali merombak besar-besaran terhadap core website karena design dan perancangan yang telah dibuat tidak diperhitungkan faktor deployment, Untuk mengantisipasi perombakan yang besar tersebut dan mengefisiensikan pekerjaan dibutuhkan sebuah SDLC. SDLC bisa dikatakan sebagai alur pengembangan sebuah aplikasi, didalam tahap SDLC ini terdapat proses perencanaan aplikasi, analisis aplikasi, tahap design user interface, pengkodean, pengujian, perancangan pengembangan dan perbaikan.

Mengikuti alur SDLC merupakan langkah cerdas dalam tahap pembuatan aplikasi. Sebuah aplikasi yang dibangun tanpa teori dan berjalan pada sebuah sistem/device dalam cakupan kecil belum tentu dapat digunakan pada cakupan penggunaan sistem yang lebih besar. Pada tahapan planning terdapat proses perancangan awal mengenai nama proyek/aplikasi yang dibuat dan estimasi kotor waktu pengerjaan yang akan dilalui.  Pada tahapan berikutnya masuk kedalam tahapan analisis. Didalam tahapan ini fungsi-fungsi dan kriteria dari sebuah aplikasi yang dibuat. tahapan ini akan berkaitan dengan tahapan berikutnya yaitu tahapan design dan pengkodean. Pada tahap ini juga dilakukan analisis terhadap requirement apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sebuah aplikasi. Masuk kedalam tahapan design, pembahasan mulai komplek. Seperti pembahasan teknologi yang dirasasa cocok dan mendekati untuk mengimplementasikan requirement pada tahapan sebelumnya. Pembahasan modeling database juga dibahas pada tahapan ini. Nama Database, Jumlah tabel, Relasi database bisa dibicarakan semua di sini. Setelah mengetahui requirement dan design aplikasi/website. Barulah masuk ke dalam tahapan Pengkodean dan percobaan. Disini semua design mulai di “terjemahkan” ke dalam bahasa pemrograman sehingga bisa diproses dan dieksekusi menjadi sebuah product. Dengan mengikuti alur SDLC, untuk masuk tahapan pengembangan aplikasi dan maintenance aplikasi akan memudahkan developer nantinya.