Aksi vandal yang dilakukan oleh para cracker terhadap user dengan menanam backdoor ataupun software berbahaya lainnya jelas merugikan pengguna komputer. Informasi penting berupa data berharga, account pribadi di jejaring media sosial, accoung internet banking merupakan beberapa item yang menjadi target dan tujuan utama cracker melakukan aksi vandal ini. Metode penyebaran aplikasi jahat ini pun beraneka ragam, mulai penyisipan pada file-file audio/video, file-file office seperti doc/excel, ataupun pada software-software yang sangat familiar digunakan oleh user.

Dalam beberapa bulan belakangan ini saja, saya sudah menemukan beberapa file berbahaya yang disisipi backdoor/program jahat lainnya oleh cracker, sebut saja pada film program jahat yang disisipkan cracker dalam file video THE RAID yang sempat booming di public pada tahun 2011 dan awal 2012, lalu dilanjutkan dengan belakangan ini saya kembali menemukan sebuah backdoor yang disisipkan pada file installer Media Player Classic. Saya sendiri belum sempat untuk melakukan check secara langsung terhadap resource aplikasi tersebut, akan tetapi ketika menggunakan AV kaspersky (saya tidak melakukan promosi terhadap varian kaspersky), AV ini mendeteksi terdapat backdoor pada terhadap aplikasi Media Player Classic. Ini lah salah satu kelemahan dan membuka celah bagi cracker ketika user menggunakan software warez (bajakan). program hasil modifikasi oleh cracker sehingga user dapat menggunakan secara cuma-cuma  tetapi tidak ada satupun yang bisa menjamin (kecuali pembuat cracking itu sendiri) bahwa software tersebut benar-benar clean dari script-script berbahaya. Sekedar mengingatkan , beberapa langkah-langkah pengamanan yang bisa dilakukan user untuk meminimalisir aksi vandal cracker terhadap informasi berharga di komputer dapat juga membaca  tulisan saya pada link disini.

Tampilan aplikasi media player classic yang sudah disusupi backdoor oleh cracker dan dapat dideteksi oleh AV Kaspersky dapat dilihat pada gambar dibawah ini