Merebaknya isu klaim Negara Malaysia terhadap tarian tortor yang berasal dari Sumatera Utara menimbulkan fenomena tersendiri di tengah kalangan masyarakat, terutama kalangan masyarakat IT.  Beberapa aksi vandal pun mulai dilakukan, mulai dari serangan ke beberapa situs-situs domain berakhiran .my.  Kejadian ini sebenarnya bukan lah kejadian baru di dunia maya yang melibatkan antara kedua negara, kejadian serupa sudah pernah terjadi beberapa kali, bahkan kejadian seperti ini bisa dikatakan sebagai ajang reunian para seniman IT untuk memperlihatkan art yang mereka punyai. Imbasnya, pembahasan mengenai bug website-website Malaysia, list target website hingga pamer aksi deface terhadap situs malaysia marak dipublikasikan pada forum-forum diskusi IT, aksi yang lebih condong kepada kegiatan show off masing-masing anggota group.

Sedikit memberikan tanggapan mengenai fenomena yang mulai banyak terjadi belakangan ini, rasanya aksi yang dilakukan oleh teman-teman kalangan hax00r kurang tepat sasaran. Berdasarkan analisa dan pengamatan terhadap beberapa website yang dideface oleh rekan-rekan, rata-rata target sasaran yang di eksploitasi adalah website-website usaha kecil (UKM), sekolah-sekolah, lembaga-lemabaga usaha milik masyarakat yang tidak tahu apa-apa dan salah apa-apa dalam kasus ini. Jelas ini sudah salah dari tujuan awal rekan-rekan yang ingin memberikan efek jera terhadap pemerintahan malaysia. sebuah kegiatan yang lebih tergolong kepada show off dengan memasang gambar-gambar pada halaman index dengan nama-nama kelompok kelompok team mereka. Aksi yang dilakukan tersebut bahkan bisa terindikasi sia-sia karena tidak akan memberikan efek berarti terhadap sistem pemerintahan Malaysia. Akan beda kasus jika aksi vandal dilakukan langsung terhadap sistem pemerintahan (tolong dicatat, postingan ini tidak utnuk melakukan provokasi dan propaganda melakukan aksi vandal terhadap pemerintahan), dan menghambat kinerja dari pemerintahan.  Mungkin akan lebih tepat sasaran daripada kita merugikan teman-teman atau saudara-saudara kita disana yang tidak tau apa-apa dengan permasalahan ini bahkan sebenarnya mereka sendiri tidak menginginkan bahkan benci dengan kebijakan pemerintah mereka yang mengklaim kebudayaan kita dan menjatuhkan martabat bangsa mereka di mata Internasional.
Stop Vandalism, Stop Attack to Ordinary People