Dalam penegakan hukum di Indonesia, banyak kejadian yang sering tidak bisa diprediksi, mulai dari hal-hal yang kecil hingga hal yang besar. Belakangan ini pemerintah kembali memberikan kejutan, dengan memberikan grasi kepada salah satu terdakwa Narkoba asal Australia, Corby.Penegakan hukum yang sangat memiriskan. Sebagai perbandingan yang akan saya jabarkan, di Singapore yang notabane nya negara terdekat dengan Indonesia bahkan dengan tegas memberlakukan hukuman mati bagi pembawa bahan-bahan narkotika melebihi 20g,  tetapi bukan itu hal yang menjadi sorotan utama saya kali ini, akan tapi lebih kepada permasalahan pornografi. Kajian klasik yang sangat berpolemik, bahkan cenderung tabu menurut saya jika membahas kriteria tentang pornografi.

Saya tidak akan bersikap sok suci dan naif mengenai permasalahan ini, akan tetapi jelas hal ini bisa menjadi masalah serius untuk generasi kedepannya. Salah satu kebobrokan mental yang terjadi antara lain, dengan tayangan-tayangan vulgar, sebut saja artis-artis dangdut dari panggung-panggung kampung yang sangat “pride” akan aksi nekat dan gilanya di atas panggung, belum lagi artis-artis ibukota yang mengumbar aurat di depan umum, parahnya lagi aksi nakal yang cenderung kepada pornografi tersebut dijadikan mereka sebagai katrol untuk menaikkan popularitas mereka. Tidak usah berpolemik mengenai seorang Lady Gaga, dan saya sendiri jelas masa bodoh dengan penyanyi satu itu. Menurut saya, lebih baik memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu, sebelum memperbaiki orang lain. Saya tidak terlalu mengenal siapa itu Lady Gaga, yang hanya saya tahu Lady Gaga itu seorang singer yang menyanyikan lagu poker face. Untuk masalah wajah, aksi panggung, saya tidak terlalu memerhatikan dengan dia, dan intinya dari pada kita berpolemik mengenai Lady Gaga yang notebane tidak urgent, alangkah baiknya dibatalkan daripada menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Hal ini semakin diperparah dengan aksi-aksi nakal media elektronik, salah satu media nasional yang menurut saya sangat nakal adalah tribunnews. berikut ini saya tampilkan screen shot sebuah media online nasional dengan tanpa rasa bersalahnya menampilkan berita-berita pornografi, dan dengan bangganya menjadikan topik itu sebagai hot thread mereka. Lantas darimana pemerintah memberlakukan standar pornografi? Apakah pemerintah tidak punya lembaga kontrol untuk memantau dan mengevaluasi seluruh content-content yang tersebar di Internet, apalagi hal ini disebarkan oleh salah satu media nasional yang banyak dibaca oleh setiap orang. Saya tidak akan terlalu mengomentari mengenai gambar tersebut, silahkan rekan-rekan sendiri menilainya