Microsoft sepertinya mulai berbenah dan serius menghadapi persaingan mereka dalam hal pangsa pasar pemakaian OS. Mulai merosot nya pemakaian sistem operasi Windows beberapa tahun belakangan ini langsung di respon dengan cepat oleh Microsoft, setidaknya itulah yang menjadi gambaran saya mengikuti event “Microsoft Developer Conference 2012” bertempat di hotel Sheraton Mustika Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung full 24 jam ini, sarat akan talk show, motivator start up bisnis, sharing teknologi hingga promosi dan launching produk baru mereka, Windows 8 Consumer Preview. Acara yang berhasil menyedot 1026 developer muda Indonesia ini sekaligus memecahkan rekor MURI dalam kategori 24 jam membangun aplikasi dengan jumlah peserta terbanyak. Event kali ini yang berlangsung di salah satu hotel mewah di Yogyakarta itu juga tidak main-main dalam mendatangkan pembicara, sebut saja Senior Test Lead Microsoft Corporation Herman Widjaja,  Andreas Diantoro selaku President Director Microsoft Indonesia, Said Zahedani dari General Manager, Developer and Platform Group, Microsoft Asia Pacific hingga Walid Abu-Habda yang menjabat Corporate Vice President, Developer and Platform Group, Microsoft Corporation hadir pada konferensi ini.

Perkenalan Windows 8  dengan konsep Metro Style nya menjadi topik pembahasan yang paling banyak di bicarakan pada event kali ini, Sistem Operasi ter-anyar mereka ini pun digadang-gadang dapat mengubah cara kerja orang dalam bekerja dan bermain game. Windows 8 bisa digunakan hampir pada semua device, mulai dari komputer desktop,  laptop, smart phone bahkan hingga tablet (hal ini mendapat sambutan langsung dan positive dari pihak samsung) seolah-olah ingin membuktikan bahwa Microsoft belum lah habis.   Statement tersebut semakin diperkuat dengan data yang dipaparkan langsung oleh Presiden Director Microsoft Indonesia, Andreas Diantoro, menurut beliau yang merupakan putra asli Yogyakarta, saat ini saja tercatat ada sekitar 600 Juta pengguna Windows 7, diluar jumlah pemakai windows server, windwos phone, windows xp dan produk varian lainnya. Sebuah pangsa pasar yang sangat menarik dan menjadi landasan Microsoft untuk mengambil momentum yang lebih besar.

Dalam event kali ini, berkali-kali bapak Andreas Diantoro menantang para developer muda Indonesia untuk berpacu-pacu membangun aplikasi menggunakan teknologi yang baru mereka tawarkan , yaitu metro style. Sebuah strategi bisnis yang sangat cantik dimainkan oleh pihak Microsoft, dimana mereka mula-mula memanjakan para developer Indonesia dengan berbagai fasilitas mewah dan iming-iming pasar konsumen yang besar. Hal yang wajar jika dibandingkan dengan konsumen-konsumen produk OS lainnya. Bahkan Andreas Diantoro ini tidak segan-segan membandingkan Windows 8 dengan produk open source lainnya, seperti android dan Linux. Beberapa pembenahan yang mulai dilakukan untuk mengendus pengguna open source pun dijabarkan dengan gamblang oleh Walid Abu-Habda selaku vice president Microsoft, mulai dari pembenahan aspek security pada Windows 8 yang dulu nya Produk Microsoft terkenal akan kerentanan keamananannya, memperbarui tampilan UI Sistem Operasi sehingga terkesan catchy dan modern hingga pembuatan windows store yang berfungsi sebagai sarana jual beli aplikasi untuk para developer dan konsumen.

Dari beberapa terobosan yang dilakukan oleh Microsoft tersebut jelas akan mengendus banyak pengguna awam open source yang selama ini selalu dibumbui mindset akan sistem operasi yang gratis, kebal terhadap virus, anti pembajakan dan terkesan Linux adalah OS yang lebih pintar jika dibandingkan dengan Windows . Daya tarik OS Open Source yang terus diiming-imingi dengan free operating system (diluar biaya pelatihan dan installasi) sepertinya tidak akan menjadi jargon utama para aktivis open source lagi, mengingat Microsoft mengeluarkan kebijakan baru mengenai biaya untuk Windows 8, bahkan Microsoft dengan tegas mengatakan akan memberikan potongan harga bervariasi hingga memberikan lisensi secara cuma-cuma kepada institusi pendidikan yang benar-benar tidak mampu dan LSM-LSM yang bergerak di bidang sosial. Dari aspek keamanan sendiri yang selalu menjadi bulan-bulanan produk open source, mendapat perhatian lebih dari Microsoft, pada produk Windows 8 ini, Microsoft merekrut banyak tenaga ahli di bidang keamanan komputer untuk sama-sama mengembangkan aspek keamanan OS. Berdasarkan uji coba terhadap beberapa file yang terindikasi malware yang pernah saya coba, Firewall Windows 8 dapat mendeteksi beberapa varian umum yang banyak tersebar di Internet tanpa adanya installasi tambahan Anti Virus pada sistem operasi tersebut. Belum lagi jika ditambahkan Microsoft essential security, patching system dan anti virus pada sistem operasi ini, resiko akan tingkat keamanan bisa diminimalisir dengan baik (walaupun tidak ada OS yang sempurna dan OS ini masih tetap bisa ditembus). Statement mengenai Open Source lebih canggih dan pintar daripada produk Microsoft pun sepertinya harus mulai hati-hati untuk di keluarkan, mengingat teknologi terbaru yang dikeluarkan oleh Microsoft berdasarkan informasi dari senior test lead yang memberikan informasi pada talk show, merupakan teknologi terbaru yang pernah diterapkan pada sistem operasi. Didalam event yang juga dihadiri beberapa orang dari kalangan aktivis open source (kebetulan saya sendiri ketemu dengan mereka), kami cukup dibuat kagum dengan ide kreatif dan penerapan teknologi yang mereka sertakan pada sistem operasi tersebut. Belum lagi terobosan terbaru mereka dengan membuat Windows store yang pasti akan menggoda para developer untuk berbondong-bondong membuat aplikasi dengan produk Microsoft. Kemudahan submit application dan global market yang mereka tawarkan jelas akan menarik perhatian para developer-developer proffesional. Bahkan Walid Abu-Habda menantang para developer untuk memilih membangun aplikasi menggunakan Microsoft dan open source, yang disambut tepuk tangan meriah para developer yang melihat peluang bisnis dan kemudahan akses komunitas global ini. Microsoft juga mulai mendirikan komunitas-komunitas pendukung dan pengembang sistem mereka.

Itulah beberapa point-point yang harus menjadi perhatian besar dari para aktivis open source. Kita, sebagai pecinta open source, agaknya harus mencari cara yang lebih efektif untuk mensosialisasikan open source. Jargon-jargon lama yang selalu menjadi unggulan para aktivis di lapangan, sepertinya sudah tidak bisa diandalkan lagi karena sudah menjadi salah satu keunggulan Microsoft pada produk terbaru mereka (Windows 8). Dibutuhkan kekreatifitasan dan semangat militan yang benar-benar peduli dan mendukung terwujudnya open source pada seluruh elemen masyarakat. Masih banyak cara-cara lain yang cukup efektif bagaimana cara mensosialisasikan open source secara cerdas. Tergantung kemauan dan tekad kita selaku aktivis open source untuk melakukannya

SALAM OPEN SOURCE. TETAP SEMANGAT TEMAN-TEMAN AKTIVIS