Rendahnya kesadaran dan kemampuan menulis rekan-rekan mahasiswa (termasuk saya sendiri) tidak dapat dipungkiri, hal ini lah yang menjadi landasan dari DIKTI mengeluarkan kebijakan bahwa setiap mahasiswa wajib mengeluarkan sebuah journal ilmiah. Fenomena tentang penulisan paper-paper dan karya ilmiah sebenarnya bukan hanya menjadi “gunung tinggi” bagi rekan-rekan mahasiswa, para ilmuwan-ilmuwan dan tenaga pendidik di universitas-universitas di Indonesia pun tergolong sedikit dalam hal penulisan. Bahkan jika dibandingkan dengan paper-paper ilmiah yang dikeluarkan oleh institusi pendidikan seperti di Jepang, Amerika kita masih kalah jauh. Dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh DIKTI dengan bantuan dari kebijakan masing-masing kampus yang mewajibkan setiap mahasiswa melakukan blogging dan mendokumentasikan setiap kejadian yang dilakukan (entah itu bidang penelitian, proses pembelajaran atau pengalaman pribadi) ke dalam bentuk tulisan dirasa sangat tepat untuk dilaksanakan. Dengan adanya kemauan dan keterbiasaan membuat tulisan pada sebuah blog, diharapkan mahasiswa bisa terlatih untuk menulis sebuah paper dikemudian hari, walaupun sebenarnya format penulisan dan kaedah bahasa yang digunakan pada paper/karya ilmiah dengan penulsian pada blog sangat berbeda jauh. Kurangnya refferensi mengenai cara penulsian beserta tips dan trick penulisan karya ilmiah menjadi permasalahn utama rekan-rekan mahasiswa. Untuk itu pada kesempatan kali ini, saya mencoba membagikan sebuah guideline (lebih layak dikatakan sebagai tips dan trick) yang dibuat oleh bapak Budi Rahardjo seorang dosen pada kampus Institut Teknologi Bandung yang sudah sering memberikan presentasi dan juga menjadi salah satu tokoh Indonesia di Bidang IT. Panduan yang beliau tulis sangat bagus dan menolong bagi rekan-rekan mahasiswa yang ingin belajar menulis dan mempersiapkan diri untuk menulis karya ilmiah seperti skripsi dan thesis.

Untuk mendownload panduan tersebut, dapat dengan cara meng-click link ini