Belakangan ini entah kenapa, banyak sekali yang mendukung bahwa open source sebagai salah satu model bisnis. Salah satu alasan yang sering dikemukakan segelintir orang yang sangat getol menganggap open source itu bisnis dikarenakan faktor organisasi, mungkin maksud mereka disini organisasi KPLI (Komunitas Pengguna Linux Indonesia). Secara pribadi, baik di milis ataupun di diskusi langsung, saya sudah tegaskan bahwa saya tidak sependapat dengan konsep open source is business model. Apalagi kalau alasan yang dikemukakan demi keterbelangsungan organisasi. Jelas, jika seorang aktivis linux (entah itu aktivis karbitan atau memang aktivis yang berubah idealis) menghalalkan dan menganggap bahwa open source itu sudah mulai masuk ke dalam era business, sangat jelas bahwa konsep tersebut melanggar dan menyalahi pandangan open source yang dicanangkan Richard Stallman dan Ward Cunningham. Berdasarkan refferensi yang saya kumpulkan mengenai konsep open source, tidak ada refferensi yang menyebutkan kalau open source tersebut tergolong pada business model. Berikut ini beberapa link dan tulisan yang pernah saya baca dan mungkin bisa sebagai tolak ukur kita tentang open source.
more reference :
https://www.451research.com/report-long?icid=694
http://www.cmswire.com/cms/web-cms/study-pure-open-source-is-not-a-business-model-003333.php
http://www.oss-watch.ac.uk/resources/businessofopensource.xml
http://www.gnu.org/philosophy/open-source-misses-the-point.html

makna aktivis dan relawan yang saya ambil, menganut paham jimmy wales dan richard stallman
http://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Stallman
http://en.wikipedia.org/wiki/Jimmy_Wales

Dari segi keorganisasian, sebenarnya proses migrasi open source sendiri tidak akan memberatkan aktivis dalam menggalakkan program ini. Bahkan untuk modul migrasi (dari segi admin dan pengguna) pun sudah disediakan oleh kemenristek. Tinggal peran aktif dari para aktivis di lapangan yang benar-benar mempunyai jiwa militan untuk mensosialisasikan open source. Analogi saya, jika memang nantinya open source di relakan sebagai sebuah business model, lantas bedanya apa dengan close source seperti OS lainnya? Bahkan menurut saya, lebih baik kita menggunakan OS Close Source jika dibandingkan dengan Open Source yang jelas untuk migrasi dan training membutuhkan waktu yang tidak sebentar, apalagi jika biaya yang dikeluarkan hampir sama. Untuk teman-teman aktivis yang masih tetap setia pada rule, bahwa open source itu memang gerakan sosial untuk mendukung kebebasan tanpa ada maksud apapun, bagi yang butuh refferensi tentang modul migrasi dan modul pemakaian open source, bisa memanfaatkan modul-modul dibawah ini yang dibuah oleh kemenristek.\

Modul Administrator

Modul User