Terlepas benar atau tidaknya berita ini, dan apakahi tergolong cerita basi atau barunya, cerita singkat yang ada dibawah ini bisa menjadi tamparan untuk kita. Cerita ini hampir menyindir seluruh elemen masyarakat indonesia dan menjadi tamparan keras bagi kita selaku pemuda indonesia. Kita yang terlampau mengadopsi hidup konsumtif, hedonisme dan individualisme mungkin dapat mempertimbangkan manfaat yang diperoleh dari bacaan di bawah ini. Cerita ini merupakan saduran dari forum salah satu aplikasi open office di indonesia (more info silahkan search sendiri), tapi maksud dan tujuan posting disini hanya sebagai bahan renungan, mudah-mudahan didalam hati nurani kita masih terdapat sedikit jiwa nasionalis dan bisa menjadi negarawan yang baik. Mudah-mudahan dengan adanya kisah ini, bisa mengembalikan niat kita sebagai generasi muda untuk IKHLAS memberikan dedikasi kepada Negeri Tercinta Kita, INDONESIA..

 

MOHON DIRENUNGKAN BAGI PARA MAHASISWA (Calon Pemimpin Bangsa)

 

 

Pidato presiden bush

Sifat : Rahasia

Waktu : Rahasia

Tempat : Rahasia

 

Ehm ehm…

 

Kepada yang terhormat Direktut CIA, FBI, Direktur Bank Dunia, ADB, IMF, CEO

Haliburton, Exxon Mobil, freeport, Bangkir2 Internasional, Dan semua yang

telah membantu kami membiayai perang irak, Afganistan, serta menyebarluaskan

kakuasaan Imperium global, Direktur media dan televisi CNN, ABC, NBC, yang

telah membantu propaganda kita, kami ucapkan terima kasih

 

Hari ini adalah hari yang sangat penting karena pada hari ini saya akan

melaporkan keadaan indonesia, negeri yang mayoritas penduduknya islam, yang

dulu kita takuti itu, sekarang sama sekali tak berdaya di hadapan kita.

 

Karena kini tak ada satupun yang perlu kita takutkan dari negeri itu,

laporan Intelejen mengatakan bahwa tak ada satupun bahaya potensial yang

akan menggangu kepentingan kita di negeri itu.

 

Kita tidak perlu takut kepada angkatan bersenjata mereka, karena senjata

yang mereka gunakan adalah kiriman dari negeri kita, lihatlah ketika kita

jatuhkan embargo senjata, tentara-tentara mereka seperti maung ompong ha ha

ha ha (penonton tertawa), yang lebih lucu lagi kemarin presidennya sendiri

yang memelas pada kita untuk menghentikan embargo itu ha haha. (penonton

tertawa).. kasihan-kasihan.

 

Tak perlu takut pada generasi mudanya, rupanya faham materialisme, budaya

konsumtif, hedonisme, individualisme, yang kita ajarkan itu lewat

iklan-iklan kita, tayangan-tanyangan televisi kita, film-film kita,

propaganda-propaganda kita, sudah tertanam pada hati dan pikiran sebagian

besar dari mereka, jangankan memikirkan negeri atau umatnya lebih-lebih

agamanya, kini mereka hanya memikirkan kesenangan diri mereka sendiri,

bayangkan saja Negara semiskin itu penduduknya menempati urutan tertinggi

dalam urusan berbelanja baju ke Singapura, mengalahkan jepang, australia,

dan cina sekalipun. ha ha ha (penonton tertawa ).

 

Tak perlu takut tentang pelajar-pelajarnya, karena mahasiswa-mahasiswa

terbaiknya selalu kita rekrut dan kita pekerjakan di perusahaan-perusahaan

minyak atau tambang kita, dan kita menyuap mereka dengan gaji yang besarnya

sama dengan loper koran di negeri kita ha ha ha. ( penonton tertawa ).

Bayangkan orang-orang terbaiknya hadirin.

 

Tak perlu takut kepada pemimpin politik dan pejabatnya, karena sebagian

besar dari mereka adalah orang yang gila jabatan dan sangat mudah untuk di

suap, untuk uang dan jabatan, mereka bisa kita minta untuk melakukan apa

saja sesuai keinginan kita. ha ha ha ha ( penonton tertawa ).

 

Tunggu,tunggu, Ada kabar yang lebih menggembirakan lagi, menurut laporan

Intelejen yang saya terima, bahwa umat islam di sana telah terkotak-kotak

menjadi banyak kelompok dan golongan. Tiap-tiap kelompok menjatuhkan yang

lain dan mengganggap kelompoknya yang lebih baik dari yang lain, ada bibit

kebencian yang besar di antara mereka yang dapat kita manfaatkan. sangat

mudah bagi Intelejen kita yang berpengalaman untuk mengadu domba diantara

mereka.

 

Hutang mereka sudah sangat besar dan hampir mustahil bisa mereka bayar, 22%

APBN mereka habis untuk membayar hutang kepada kita, sehingga mengurangi

anggaran pendidikan mereka, kesehatan mereka, dan pelayanan sosial mereka.

Sehingga di negeri itu banyak penduduknya yang kelaparan, miskin, sakit dan

tak mampu berobat, ini merupakan keuntungan bagi kita. Karena semakin lama

jika kondisi tidak berubah, maka akan tercipta generasi yang lemah dari

negeri itu. Yang tidak akan mampu melawan kita, seperti yang selama ini kita

harapkan.

 

Kekayaan negeri mereka hampir semuanya kita kuasai, lebih dari 96 % ladang

minyak mereka telah kita miliki, tambang batu-bara, tembaga, emas, yang

beroperasi di negeri itu hampir semuanya adalah milik kita. Lebih dari itu

mimuman-minuman, makanan-makanan, buku-buku, walau banyak yang ngopi,

komputer-komputer, software-soffware mereka, walau banyak yang ngebajak,

bahkan odol dan sabun yang mereka gunakan adalah produksi perusahaan2 kita.

ha ha ha (penonton tertawa),

 

….Indonesia merupakan ladang dollar kita yang harus tetap kita pertahankan

bagaimanapun caranya, 200 juta lebih penduduk negari itu merupakan konsumen

bagi produk-produk perusahaan kita.

 

Singkat kata Indonesia telah kalah dari kita baik dari segi Ekonomi,

militer, politik, budaya,Teknologi, dan lain-lain dan lain-lain

 

Untuk menjaga agar kondisi ini tetap berlangsung, maka saya sarankan agar

lebih mengefektifkan promosi budaya konsumtif dan hedonisme kepada mereka,

kepada agen-agen CIA agar memecah belah umat islamnya, tebarkan kecurigaan

dan fitnah di antara mereka,biar mereka terus berkelahi dan tidak punya

waktu untuk melawan Imperialisme kita, terus rekrut generasi muda terbaiknya

agar bekerja untuk perusahaan-perusahaan kita, sehingga tidak akan banyak

gerakan yang menentang kita.

 

Sebelum mengakhiri pidato ini, saya ucapkan terima kasih atas kerja sama

yang luar biasa ini, kepada seluruh pihak yang telah ikut serta membantu

usaha kita, perusahaan-perusahaan Multinasional, Televisi dan Media masa,

Bank Dunia, IMF, CGI, Negara-Negara sekutu, Economic Hit Man, Mafia

Berkeley, yang terhormat pejabat korup indonesia. Dan lain-lain, dan

lain-lain.

 

Sekian dan terima kasih.

 

President USA

George W. Bush