Sewaktu sedang merampungkan tulisan mengenai DNS Changer, saya mendapatkan broadcast BBM dari salah seorang teman yang mengatakan pesan broadcast ini berasal mabes polri. Isi berita broadcast tersebut antara lain :

Info Mabes Polri
Untuk mencegah tindakan provokatif dan pesan singkat elektronik yang berbau hasutan, sara serta ajakan dan info palsu yang tidak benar yang membuat masyarakat resah, maka dimulai pada tanggal 31 Maret 2012, tepat pada pukul 03:00, telah dikeluarkan surat keputusan mengacu kepada UU darurat 2011 & UUD ITE tahun 2010. Maka pihak yang berwajib berhak untuk melakukan pemantauan atas data/pesan yang kita kirim/terima/forward/broadcast melalui pesan singkat terutama Blackberry. Oleh sebab itu kita menghimbau kepada rekan-rekan berhati-hatilah jika memforward atau melakukan broadcast suatu berita tertentu. Jika memang terdesak untuk memforward berita yang kita terima, ada baiknya juga mencantumkan nama dan nomer PIN si pengirim tersebut, supaya kalau ada kenapa-kenapa kita semua aman dan tidak terkena sangsi pasal.

Sedikit analisa mengenai informasi yang terdapat dalam broadcast tersebut, akan terasa sangat aneh jika kata-kata yang di broadcast oleh teman-teman di BBM adalah lansiran resmi dari mabes polri. Banyak kerancuan penggunaan kata-kata, apakah humas mabes polri terlampau “bodoh” untuk merangkai kata-kata yang menurut saya sangat rancu untuk sekelas informasi edaran? jelas tidak. Satu poin kita dapatkan. Poin selanjutnya, menurut saya untuk menetapkan sebuah keputusan entah itu keputusan Pemerintah ataupun keputusan menkominfo jelas harus melalui prosedur yang panjang, tidak ujub-ujub langsung ada, apalagi tanggal penetapan keputusan yang sangat tidak masuk akal, yaitu 31 Maret disaat para anggota dewan dan istana negara sedang sibuk membahas masalah BBM dan parahnya penetapan keputusan dilakukan pada pukul 03:00 dinihari. Mengingatkan saya akan pengampilan keputusan bail out bank century yang dimana pengambilan keputusannya diambil pada dini hari. Sudah 2 poin yang menambah keragu-raguan saya mengenai informasi yang dibroadcast di BBM. Poin terparah yang menurut saya sangat tidak mungkin adalah “mengacu kepada UU darurat 2011 & UUD ITE tahun 2010”. Apa benar ada UU darurat tahun 2011? sejak kapan UU ITE tahun 2010 berubah menjadi UUD ITE tahun 2010? bukannya UUD itu hanya ada pada tahun 1945? Statement yang semakin meyakinkan saya bahwa berita yang dilansir, benar-benar berita hoax alias palsu.

Berniat mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai pesan broadcast tersebut apakah benar-benar ada atau tidak, saya iseng melakukan pencarian pada search engine google. Dengan sabar tiap page ditelusuri untuk mencari informasi terkait, akan tetapi tidak ada satupun informasi yang berkaitan dengan keyword ditemukan. Dan memang kesimpulan yang saya ambil hasil analisis sebelumnya benar, bahwa informasi broadcast tersebut adalah palsu. Sedikit catatan saya mengenai pemantauan dan penyadapan informasi pelanggan, jelas membutuhkan alur prosedur yang sangat kompleks, sebab ini menyangkut hak privasi customer. Pihak kepolisian bahkan tidak bisa “asal” meminta data kepada operator terkait informasi pada customer (baik itu rekaman voice, sms, dan paket data), kecuali jika memang customer yang dimaksudkan termasuk dalam black list kepolosian yang sudah dikoordinasikan terlebih dahulu kepada DEPKOMINFO dan disetujui oleh pihak yang berwenang (kasus penyadapan terhadap koruptor oleh KPK menjadi salah satu contoh). Sebuah alur yang sangat panjang, apalagi proses untuk pemantauan terhadap seluruh user Blackberry hampir sulit untuk dilakukan. Harusnya kepolosian jika ingin membuat sebuah rule mengenai pengawasan internet, haruslah berkoordinasi dulu dengan IDSIRTII, dikarenakan lembaga yang mempunyai tugas pengawasan internet adalah IDSIRTII. Catatan terakhir saya mengenai broadcast tersebut adalah mengenai device yang menjadi incaran Blackberry. Setahu saya untuk pelacakan infromasi melalui Blackberry Messager tidaklah semudah melakukan pelacakan terhadap data terhadap pesan singkat biasa. Dikarenakan blackberry sendiri memiliki rule tersendiri terkait masalah ini. Apabila proses tracing semudah itu bisa dilakukan, mengapa untuk tracing BBM Angelina Sondakh terkait kasus korupsi wisma atlet yang notebane-nya sangat penting bagi pemerintahan tidak juga dilakukan sampai sekarang? Sebuah analogi yang sangat tidak bisa diterima oleh orang awam seperti saya.

Mulai dari sekarang, alangkah baiknya kita cerdas menanggapi setiap informasi yang beredar di masyarakat. Jangan terpancing isu-isu yang menurut saya tanpa perlu dipikirkan lama-lama sudah termasuk isu “palsu” dan jangan pernah menghabiskan waktu kita untuk broadcast pesan tersebut.

Best Regards
patusa.cyber