Banyaknya source code yang tersebar di internet (dapat didownload secara cuma-cuma) lambat laun mengakibatkan kesalahan persepsi akan pentingnya bahasa pemrograman bagi calon-calon system administrator. Bahasa pemrograman C, C++ dan Java mulai dianggap dunia lain oleh Network Engineer dan System Administrator, mereka tidak menyadari bahwa bahasa pemrograman tersebut menjadi sangat vital bagi administrator jaringan. Belum lagi semakin banyaknya source code program hacking yang tersebar secara bebas, memperkuat paham administrator dan network engineer bahwa dewasa ini bahasa pemrograman tidak menjadi skill mutlak system administrator. Secara hakikat, dua buah essensi bidang ilmu ini saling berkaitan, baik itu disadari secara langsung ataupun tidak. Sebagai salah satu contoh pengaplikasian secara tidak langsung adalah proses konfigurasi bash (shell) pada cronjob di linux. Belum lagi untuk developping kernel linux menggunakan bahasa C. Publikasi tulisan ini hanya sekedar sebagai sarana sharing akan pentingnya bahasa pemrograman. Banyaknya paham dan kemudahan dalam proses distribusi source code program ditakutkan menyebabkan Network Engineer melupakan essensi untuk mengerti setidaknya paham akan bahasa pemrograman. Pembahasan dan penjabaran tentang bahasa pemrograman ini dimaksudkan secara umum, tidak terpaku pada satu bahasa. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri, bagi seorang administrator jaringan (netadmin) biasanya sangat erat berhubungan dengan bahasa C, python dan perl.

Salah satu bidang ilmu yang sangat erat kaitannya dengan Network Engineering adalah Keamanan Jaringan. keamanan jaringan memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari hardenning server, penetration server, digital forensic, kriptografi, steganografi dan masih banyak bidang ilmu lainnya. Saya ambil contoh dibidang hacking, rata-rata proses hacking yang menggunakan metode DDOS (Distributed Denial of Service) melakukan serangan di socket. Jelas untuk melakukan serangan tersebut membutuhkan bantuan tools/aplikasi. Memang benar sudah banyak program/tools DDOS tersedia di internet yang bisa langsung melakukan serangan terhadap socket, akan tetapi rata-rata program tersebut tidak mengeksplor lebih dalam tentang server sehingga attacker tidak mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Program-program tersebut biasanya dikonfigurasi untuk melakukan serangan terhadap target berdasarkan konfigurasi default server. Disinilah letak pentingnya network engineer untuk mengerti bahasa pemrograman. Attacker dituntut untuk bisa memodifikasi dan menyesuaikan dengan konfigurasi server target guna bisa melakukan serangan langsung terhadap server target, belum lagi penyesuaian dengan vulnerabilities yang bisa dieksploitasi. Jelas, setiap server memiliki kriteria, konfigurasi dan rule yang berbeda. Bukan hanya di bidang keamanan jaringan, contoh lainnya yang adalah developper operating system. bagi engineer yang suka untuk memodifikasi sistem operasi terlepas itu re-mastering maupun core mastering OS bahasa pemrograman sangat penting. masih banyak substansi-substansi yang secara tidak langsung tanpa disadari bahasa pemrograman sangat erat berkaitan dengan bidang pekerjaan System Administrator dan Network Engineering.

*hanya seorang nubie yang ingin belajar menjadi seperti anda.