Dahsyat dan Luar Biasa!!

Pendidikan karakter bangsa menjadi topik yang sering dibahas dan diulas habis-habisan oleh pakar-pakar pendidikan bangsa Indonesia beberapa bulan terakhir ini. Hilangnya karakter bangsa dianggap menjadi salah satu penyebab turunnya semangat perjuangan dan rasa cinta akan tanah air Indonesia, berangkat dari polemik yang ada, instruktur team seamolec beserta bapak Gatot mengundang Mr. Stanley (Kaizen Inovator) untuk memberikan materi pendidikan pelatihan karakter bangsa kepada calon mahasiswa DIV program ITB-SEAMOLEC yang telah berlangsung sejak tanggal 26-27 November 2011. Program pelatihan karakter bangsa ini terbagi menjadi dua sesi outbond yang dilaksanakan sejak pukul 05.00 pagi hingga pukul 18.00.
Pada sesi pertama (26 November 2011) Mr. Stanley mengajarkan beberapa point penting kepada para peserta dengan bagaimana memberikan kepercayaan kepada teman kelompok untuk dapat memimpin sebuah kelompok kecil yang sudah dibagi berdasarkan beberapa peserta. Kepercayaan, Kerjasama Tim, Tanggung Jawab, Berani mengemukakan pendapat, Teliti dan Saling Tolong Menolong menjadi point-point penting yang diajarkan pada sesi ini. penyampaian materi secara atraktif dan bersahaja dengan pendekatan melalui hati ke hati yang disampaikan oleh Mr. Stanley terbukti cukup efektif sehingga dapat dengan efektif diserap oleh peserta outbond.
Untuk pelaksanaan pada sesi kedua (27 November 2011) pendidikan dan pelatihan karakter bangsa di fokuskan kepada permainan outbond di daerah outdoor, kegiatan yang awalnya direncanakan dimulai sekitar pukul 05.30 pagi dipercepat menjadi pukul 05.00. Disiplin,, Disiplin dan Disiplin.. itulah yang menjadi kekurangan dan kesalahan terbesar rakyat indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa rekan-rekan peserta Outbond SEAMOLEC dan salah satunya yang membuat geram ternyata diantara rekan-rekan yang terlambat tersebut, terdapat masing-masing ketua kelompok.. Disinilah point pertama yang diajarkan oleh trainer dan motivator disiplin dan dapat dipercaya menjadi pemimpin team serta memberikan contoh yang baik terhadap mereka yang dipimpin, konsekuensi yang mereka terima? Recall kepemimpinan di masing-masing regu. Permainan yang dimainkan guna mengajarkan pendidikan karakter bangsa pada sesi ini antara lain, bagaimana memasukkan kelereng ke dalam sebuah pipa, melewati jaring laba-laba, melewati ranjau musuh, dan permainan lorong waktu. Permainan memasukkan kelereng melalui pipa mengjarkan kami akan sesuatu hal yang sangat penting yaitu bertanggung jawab dengan tugas masing-masing dan tidak mencampuri pekerjaan masing masing. salah satu hal yang harus diperhatikan pada jenis permainan ini adalah PERCAYA KEPADA REKAN!. Untuk permainan kedua ialah permaian melewati jaring laba-laba, point terpenting yang kami dapatkan pada permainan kali ini ialah saling tolong menolong dan kemauan rela berkorban. tidak dapat dipungkiri dalam melakukan permainan ini diperlukan pengorbanan salah satu anggota tim untuk dapat meloloskan anggota team lainnya melewati jenis permainan ini. permainan ini memberikan ajaran bahwa untuk perubahan akan sesuatu yang lebih baik dibutuhkan pengorbanan baik itu pengorbanan materi, waktu bahkan nyawa sekalipun. Pada permainan ranjau musuh kita diajarkan salah satu nilai terpenting KEJUJURAN dan SALING TOLONG MENOLONG. hal yang sangat penting dan menjadi modal berharga dalam mengarungi kehidupan, bukan hanya di suatu bidang, tapi seluruh aspek kehidupan. Permaianan terakhir yang dimainkan pada hari ini ialah lorong waktu, makna yang dapat diambil dari permainan ini ialah keyakinan terhadap diri sendiri terhadap keputusan yang kita ambil dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Game yang mendapatkan porsi lebih dari pendidikan karakter bangsa di kegiatan outbond ini ialah game tentang penjualan bulpen yang diluar dijual dengan harga 1500 rupiah, dan disini kita mencoba untuk menjual nya dengan harga keuntungan 100 kali lipat bahkan hingga 10000 kali lipat. Point terpenting dari permainan ini bukanlah dari sisi material yang kita peroleh akibat penjualan bulpen tersebut, akan tetapi keberanian kita untuk menentukan sebuah harga dan sebuah nilai dari kehidupan dan rasa berkorban dan berani menolong sesama (dikarenakan hasil dari penjualan bulpen ini akan diberikan kepada teman-teman yang membutuhkan). dan itulah yang dirasakan oleh para praktisi pendidikan mengapa bangsa ini seolah-olah kehilangan karakter akan budaya kita yang terkenal TEGAS,SANTUN dan SALING TOLONG MENOLONG.
Untuk perubahan terhadap watak kepribadian seseorang dengan pendidikan “singkat” selama 2 hari dirasakan masih jauh dari kata cukup, karena untuk mengubah sesuatu yang sudah lama menjadi kebiasaan dibutuhkan ketekadan, keuletan dan kemauan dari diri sendiri untuk mengubah kepribadian mereka menjadi lebih baik. Mudah-mudahan perubahan singkat yang kami lakukan ini dapat menjadi batu loncatan untuk perubahan yang lebih baik kedepannya. TETAP SEMANGAT UNTUK PUTRA PUTRI BANGSA INDONESIA, TATAP dan YAKINLAH AKAN BANGSAMU. BAHWA INDONESIA BISA!!!!
TERIMA KASIH SEAMOLEC. TERIMA KASIH ITB