Tanggal 26 menjadi keramat bagi beberapa orang di daerah kawasan Sumatera. Dua kali tsunami terjadi di daerah sumatera pada tanggal 26, tsunami pertama terjadi pada tahun 2004 di Aceh dan tsunami kedua menerjang kepulauan mentawai di daerah Sumatera Barat. Miris memang melihat rumor yang beredar di masyarakat, terutama masyarakat di daerah pantai pesisir barat sumatera. Belakangan ini beredar informasi bahwa pada tanggal 26 bulan ini akan terjadi gempa besar yang diiringi tsunami terjadi di daerah Padang, Sumatera Barat. Kota tiba-tiba mati suri, kegiatan perdagangan terhenti, aktivitas warga berkurang dan masyarakat lesu menjalani hari-hari belakangan ini. Miris bagi kita umat beragama.

Hal ini semakin menggegerkan masyarakat dikarenakan beberapa bulan terakhir ada laporan penelitian dari tim ahli kepresidenan yang melakukan penelitian tentang struktur lapisan arsitektur tanah di bawah laut pantai pesisir sumatera. tim ahli kepresidenan juga melansir akan terjadi gempa dahsyat (gempa megathrust) didaerah pesisir pantai barat sumatera. Tim peneliti dari asing juga tidak mau ketinggalan, Jepang negara yang sarat akan teknologi canggih dan negeri nya para proffesor juga turut andil melakukan penelitian. hasilnya?? sama… peneliti jepang juga memprediksi sama dengan tim peneliti ahli kepresidenan. hal ini semakin mem-presure psikologis masyarakat di daerah pesisir pantai barat sumatera. eksodus warga dilakukan secara besar-besaran. aktivitas-aktivitas public seakan-akan mati suri.

Bencana memang seharusnya dijadikan menjadi sahabat bagi kita semua, apalagi negeri ini berada di daerah ring of fire. hendaknya kita menjadikan bencana sahabat bagi kita yang selalu mengingatkan kita apabila melakukan kesalahan. tapi, apa kaitannya dengan tanggal 26? disini masalahnya, masyarakat kita terlampau gampang percaya akan tanggal dan hitung-hitungan matematis yang tidak ada maknanya. kita tidak akan pernah tahu kapan bencana datang. bencana itu rahasia illahi yang menjadi pengingat kita akan segala tingkah laku kita. keep positive and do the best. solusi eksodus? bisa saya katakan tidak tepat. kenapa? di kita suci al-qur’an sendiri dijelaskan bahwa kita tidak boleh meninggalkan sebuah negeri jikalau hanya ingin menghindari bencana/musibah. jangan lah menjadi pecundang yang lari dari resiko dari apa yang telah kita buat.

negeri sarat teknologi dan negeri besar seperti Amerika, Rusia, Jepang sendiri mengakui bahwa mereka tidak bisa mengetahui secara pasti kapan bencana akan terjadi. lantas apa yang menjadikan kita sebagai bangsa indonesia mempercayai gossip-gossip yang tidak jelas yang berani mengatakan bahwa tanggal 26 akan terjadi bencana besar? it’s bullshit guys, keep positive. saya sendiri sejak beberapa bulan terakhir juga sedang interest tentang topik geodesi dan ilmu tentang geografi. sebagian waktu saya yang dulu banyak dihabiskan di forum security, networking sedikit tersedot untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan ilmu kealaman. dari beberapa hal yang saya baca, saya berpikir (hanya secara logis belum dilakukan pendalaman) masih ada beberapa kesempatan/peluang yang dapat kita lakukan untuk melakukan pra-prediksi tentang mengamati struktur perputaran bumi dan pergerakan lempeng bumi. untuk saat ini kayanya saya belum bisa share dengan teman-teman lebih lanjut tentang topik yang baru saya geluti ini, saya tidak ingin memberikan pendapat yang berasal dari nalar saya tanpa dilakukan pengecekan terhadap teori lebih mendalam. mungkin beberapa bulan berikutnya akan bisa saya share dengan teman-teman di blog ini tentang apa yang saya dapatkan dari ilmu kealaman yang baru saya pelajari ini. ok balik ke topik kita tadi. intinya kita sebagai masyarakat yang beragama janganlah mudah terpengaruh dan bisa di provokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah kita dan memperkeruh keadaan. percaya lah pada agama kita dan pemerintah. jangan hiraukan isu-isu yang tidak berlandaskan pada teori yang kuat. dan kata penutup dari saya di postingan kali ini….. Takut bencana? jauhkan maksiat, gunakan pakaian yang pantas, jaga pergaulan dan ikuti aturan yang ada. kembali kepada syariat kita. adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah. ok